Rabu, 18 November 2015

HEPATITIS

HEPATITIS

Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver). Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.
Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia 2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas.
Namun hepatitis yang banyak terjadi dan dialami oleh penduduk Indonesia adalah hepatitis B.
Gambar : virus dari jenis hepatitis yang kemudian akan merusak fungsi organ hati
Berikut ini adalah cara penularan virus dari hepatitis B yang banyak terjadi dan dialami khususnya jika terjadi pada anak.
1. Penularan hepatitis B pada bayi dan anak-anak
– Jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika dalam mengandung sangat memungkinkan janin atau bayi yang dikandung juga terjangkit jenis hepatitis yang sama, bahkan resiko lebih besar terjadi pada bayi dibanding ibunya.
– Juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang menderita hepatitis B.
2. Pengaruh Infeksi Virus Hepatitis B
– Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.
– Jika infeksi yang terjadi pada bayi sebelum bayi berusia kurangd ari 1 tahun memiliki resiko lebih tinggi sekitar 90 % mengidap hepatitis akut atau kronis, namun sebaliknya jika infeksi hepatitis B terjadi pada bayi setelah berusia 2-5 tahun maka resiko dari penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar 50 % bahkan apabila infeksi terjadi diatas usia 5 tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya 5-10 %.
– Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati dan pengerutan hati ) dan atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati

Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya


 Penyakit hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit peradangan yang terjadi di hati atau liver. Peradangan ini diakibatkan karena adanya racun atau toksin yang ada pada liver. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali oleh mereka dengan sistem daya tahan tubuh yang baik sekalipun. Penyakit hepatitis bisa berdampak menjadi fatal jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Penyakit hepatitis yang dialami kurang dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis akut. Sedangkan untuk yang lebih dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis kronis.
Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya
Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya

Penyakit Hepatitis 

Jenis dari penyakit hepatitis adalah :

  1. Penyakit hepatitis A
    Penyakit hepatitis yan satu ini biasanya sering terjadi lewat vecal oral. Hal ini diakibatkan karena buruknya dari tingkat kebersihan si pengguna. Yang paling utama adalah di negara berkembang yang sering mengalami penyakit hepatitis. Dan selain itu juga penyebarannya yang terjadi lewat air dan makanan. Penyakit hepatitis a adalah salah satu jenis penyakit yang tidak berbahaya karena tidak aan menyebabkan kematian bagi si penderita.
  2. Penyakit hepatitis B
    Penyakit hepatitis yang satu ini penularannya terjadi tida semudah pada penyakit hepatitis A. Karena penularan yang terjadi adalah lewat darah atau juga produk darah yang sudah terinfeksi oleh si penderita penyakit hepatitis B. Misalnya adalah penularan yang diperantarai jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama. Atau bisa juga lewat hubungan seksual. Penyakit hepatitis yang satu ini biasanya terjadi menahun atau kronis dan merupakan salah satu penyakit yang kronis.
  3. Penyakit hepatitis C
    Penyakit ini diakibatkan karena penularannya lewat transfusi darah dan bisa diakibatkan karena jarum suntik digunakan secara bersama-sama.
  4. Penyakit hepatitis D
    Penyakit hepatitis ini adalah rekan dari infeksi virus hepatitis B sehingga virus pada penyakit hepatitis ini mengakibatkan infeksi pada hepatitis B lebih gana ddna berat.
  5. Hepatitis E
    untuk penyakit hepatitis satu ini lebih mirip dengan hepatitis A.
  6. Hepatitis F
    Penyakit hepatitis F adalah salah satu bentuk dari mutasi virus hepatitis B. Dan jika hal ini terjadi maka resiko dari penularannya adalah sama dengan penyakit hepatitis B.
  7. Penyakit hepatitis G
    Penyakit hepatitis F diakibatkan karena virus hepatitis potensial. Penyakit hepatitis G Virus, sudah diidentifikasi dan mungkin menyebar lewat darah dan juga kontak seksual

Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang bisa dilakukan adalah :

  1. Imunisasi
    Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang dilakukan dengan imunisasi adalah salah satu cara yang efektif dalam membantu mencegah terjadinya infeksi penyakit hepatitis. Dan setelah mendapatkan imunisasi maka tubuh biasanya akan memproduksi antibodi dalam bentuk zat kekebalan tubuh pada penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang bisa diberikan untuk anak usia 2-18 tahun cukup sekali diberian seumur hidup mereka.
  2. Imunitas sementara
    Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang dilakukan dengan imunitas sementara. Cara ini adalah salah satu cara yang efektif bisa diberikan pada seseorang yang melakukan bepergian ke daerah endemik penyakit hepatitis dan juga pada lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Biasanya antivirus diberikan agar bekerja efektif setelah 2 minggu pemberian.
  3. Memelihara kebersihan diri dengan baik
  4. Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang lain adalah dengan tidak meminjam barang orang lain selama kita ragu dengan kondisi kesehatan mereka.
  5. Setia pada pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain
  6. Tidak melakukan donor darah jika Anda menderita penyakit hepatitis
  7. Membersihkan ceceran darah yang ada

Selain itu, penyakit hepatitis dan pencegahannya yang lain adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan dibawah ini yang sangat baik bagi kesehatan :

  1. Sebaiknya hindarilah makanan yang akan menimbulkan gas, makanan seperti ketimun, ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi, lobak, nangka, durian dan yang lainnya.
  2. Hindarilah jenis makanan yang sudah diawetkan misalnya adalah seperti sosis, ikan asin, kornet dan lainnya.
  3. Pilihlah jenis makanan dengan kandungan lemak yang tidak terlalu tinggi misalnya adalah daging yang tidak berlemak, ikan segar, dan juga ayam tanpa kulit.
  4. Pilihlah jenis sayuran dengan kandungan serat didalamnya misalnya adalah seperti bayam, wortel, buah bit, labu siam, kacang panjang muda, buncis muda, dan juga kangkung serta lain sebagainya.
  5. Bumbu-bumbu yang tidak terlalu merangsang, misalnya adalah seperti salam, laos, kunyit, bawang merah, bawang putih dan juga ketumbar.
  6. Hindari jenis makanan dengan kandungan lemak seperti daging babi, usus, babat, otak, dan juga sumsum serta santan kental.
  7. Hindarilah penggunaan dari kelapa, minyak kelapa dan juga minyak hewan, margarin, serta mentega
  8. Membatasi asupan makanan seperti daging 3 kali seminggu, Anda bisa makan sering ikan dan ayam tanpa kulit sebagai pengganti dari daging
  9. Menggunakan susu skim sebagai pengganti dari susu penuh
  10. Membatasi asupan dari penggunaan kuning telur hingga 3 butir dalam seminggu.
  11. Menggunakan tahu, tempe, dan juga hasil olahan dari kacang-kacangan yang lainnya.
  12. Membatasi asupan penggunaan gula, makanan, minuman yang manis.

LUPUS

LUPUS

Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.

Penyakit Lupus
Diagnosis dan perawatan terhadap lupus dapat memberikan perbaikan. Bagi banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup lebih aktif.

Ciri dan Gejala Penyakit Lupus


Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:
  • Lelah
  • Demam
  • Hilang berat badan atau berat badan meningkat
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
  • Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
  • Radang pada mulut
  • Rambut rontok
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • Napas pendek
  • Nyeri pada dada
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus


Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus


  1. Systemic lupus erythematosus
    Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
  2. Discoid lupus erythematosus
    Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.
  3. Drug-induced lupus erythematosus
    Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.
  4. Neonatal lupus
    Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Faktor risiko penyakit lupus


Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:
  1. Jenis kelamin
    Lupus lebih umum pada wanita.
  2. Usia
    Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
  3. Ras
    Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
  4. Sinar matahari
    Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
  5. Obat tertentu
    Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
  6. Terinfeksi virus Epstein-Barr
    Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
  7. Terkena zat kimia
    Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.

Selasa, 17 November 2015

DIABETES

Diabetes melitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupahiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
Glukosa adalah bukan gula biasa yang umum tersedia di toko atau pasar. Glukosa adalah karbo hidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu).Yang bukan glukosa akan dirubah sebagian menjadi glukosa melalui proses yang bisa panjang tergantung jenisnya, karenanya mungkin tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Buah selain memiliki glukosa juga memiliki fruktosa dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung buahnya. Sukrosa termasuk cepat berubah menjadi glukosa, tetapi gula batu karena proses pembuatannya berbeda lebih baik dari gula pasir, sedangkan gula aren dan gula jawa jauh lebih baik bagi penderita diabetes.
Kadar glukosa pada darah dikendalikan oleh beberapa hormon. Hormon adalah zat kimia di dalam badan yang mengirimkan tanda pada sel-sel ke sel-sel lainya. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Ketika makan, pankreas membuat insulin untuk mengirimkan pesan pada sel-sel lainnya di tubuh. Insulin ini memerintahkan sel-sel untuk mengambil glukosa dari darah. Glukosa digunakan oleh sel-sel untuk pembuatan energi. Glukosa yang berlebih disimpan dalam sel-sel sebagai glikogen. Pada saat kadar gula darah mencapai tingkat rendah tertentu, sel-sel memecah glikogen menjadi glukosa untuk menciptakan energi.
Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda.

Tanda-tanda dan gejala-gejalanya

Tanda-tanda Diabetes
ƒ*Sering berkemih (Frequent urination)
  • Haus berlebihan (Excessive thirst)
  • Lapar sekali (Increased hunger)
  • Kehilangan berat badan (Weight loss)
  • Nafas berbau buah (Fruity breath odor)
  • Kelelahan (Tiredness)
  • Kehilangan perhatian dan konsentrasi (Lack of interest and concentration)
  • Muntah dan nyeri lambung, seringkali diduga flu (Vomiting and stomach pain, often mistaken as the flu)
  • A tingling sensation or numbness in the hands or feet
  • Kaburnya penglihatan (Blurred vision)
  • Sering terinfeksi (Frequent infections)
  • Penyembuhan luka yang lambat (Slow-healing wounds)
  • Mengompol waktu tidur, pada anak-anak maupun dewasa (Bedwetting, in children and adults)
Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah hilangnya berat badan, polyuria (sering berkemih), polydipsia(sering haus), dan polyphagia (sering lapar).Gejala-gejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.
Beberapa tanda-tanda lainnya dan gejala-gejalanya dapat menunjukkan adanya diabetes, meskipun hal ini tidak spesifik untuk diabetes. Mereka adalah pandangan yang kabur, sakit kepala, fatigue, penyembuhan luka yang lambat, dan gatal-gatal. Tingginya tingkat glukosa darah yang lama dapat menyebabkan penyerapan glukosa pada lensa mata, yang menyebabkan perubahan bentuk, dan perubahan ketajaman penglihatan. Sejumlah gatal-gatal karena diabetes dikenal sebagai diabetic dermadromes.

Kedaruratan diabetes

Penderita (biasanya diabetes type 1) dapat juga mengalami diabetic ketoacidosis, sebuah masalah metabolisme yang dicirikan dengan nausea, vomiting dan nyeri abdomen, bau acetone pada pernafasan, bernafas dalam yang dikenal sebagai Kussmaul breathing, dan pada kasus yang berat berkurangnya tingkat kesadaran.
Jarang, tetapi berat juga adalah kemungkinan adanya Nonketotic hyperosmolar coma, yang lebih umum terjadi pada diabetes type 2 dan hal ini terutama disebabkan adanya dehidrasi.

Komplikasi

Diabetic retinopathy, adalah penyakit mata yang terutama disebakan oleh diabetes, merusak retina di kedua belah mata, menyebabkan masalah penglihatan hingga kebutaan
Ulcers pada kaki adalah komplikasi umum pada diabetes dan dapat mengakibatkan amputasi. Ulcer ini adalah komplikasi lanjut dari gangrene kering dan/atau basah.
Semua bentuk diabetes meningkatkan resiko komplikasi dalam jangka panjang. Hal ini berkembang setelah 10-20 tahun, tetapi bisa saja gejala pertama muncul pada mereka yang belum terdiagnosis selama waktu tersebut.
Komplikasi utama jangka panjang adalah rusaknya pembuluh darah. Penderita diabetes dua kali lebih beresiko untuk mendapat penyakit kardiovaskular dan sekitar 75 persen kematian akibat diabetes disebabkan oleh penyakit jantung korner. Penyakit pembuluh besar lainnya adalah stroke, dan penyakit pembuluh darah tepi (peripheral vascular disease).
Komplikasi pembuluh darah mikro akibat diabetes termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan syaraf. Kerusakan pada mata dikenal sebagai diabetic retinopathy, yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada retina, dan dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan secara berangsur dan akhirnya buta. Kerusakan pada ginjal dikenal sebagaidiabetic nephropathy, dapat menimbulkan parut, kehilangan protein, dan kadang-kadang mengalami ginjal kronis, yang kadang-kadang memerlukan dialisa atau transplantasi ginjal. Kerusakan pada syaraf dikenal sebagai diabetic neuropathy, yang biasanya merupakan komplikasi utama dari diabetes. Gejala-gejalnya dapat meliputi numbness, tingling, nyeri, dan sensasi nyeri lainnya, yang bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Diabetic foot (seperti diabetic foot ulcers) mungkin timbul, dan sulit untuk ditangani, kadang-kadang memerlukan amputasi. Sebagai tambahan, proximal diabetic neuropathy menyebabkan nyeri pada muscle wasting dan menjadi lemah.
Terdapat hubungan antara berkurangnya kognitif dengan diabetes. Dibandingkan mereka yang tanpa diabetes, penderita diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 hingga 1.6 kali lebih besar.

Klasifikasi

  1. Diabetes tipe 1, yang meliputi simtoma ketoasidosis hingga rusaknya sel beta di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes melitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosissistik atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini.
  2. Diabetes tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin
  3. Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM.

    dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:
  4. Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
  5. Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.
  6. Not insulin requiring diabetes.
Kelas empat pada tahap klinis serupa dengan klasifikasi IDDM (bahasa Inggris: insulin-dependent diabetes mellitus), sedang tahap kelima dan keenam merupakan anggota klasifikasi NIDDM (bahasa Inggris: non insulin-dependent diabetes mellitus). IDDM dan NIDDM merupakan klasifikasi yang tercantum pada International Nomenclature of Diseases pada tahun 1991 dan revisi ke-10 International Classification of Diseases pada tahun 1992.
Klasifikasi Malnutrion-related diabetes mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan oleh karena, walaupun malnutrisi dapat memengaruhi ekspresi beberapa tipe diabetes, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa malnutrisi atau defisiensi protein dapat menyebabkan diabetes. Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM, PDPD, PDDM, masih dianggap sebagai bentuk malnutrisi yang diinduksi oleh diabetes melitus dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes, FCPD, diklasifikasikan sebagai penyakit pankreas eksokrin pada lintasan fibrocalculous pancreatopathy yang menginduksi diabetes melitus.
Klasifikasi Impaired Glucose Tolerance, IGT, kini didefinisikan sebagai tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana dapat diamati pada seluruh tipe kelainan hiperglisemis. Namun tidak lagi dianggap sebagai diabetes.
Klasifikasi Impaired Fasting Glycaemia, IFG, diperkenalkan sebagai simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas atas rentang normalnya, tetapi masih di bawah rasio yang ditetapkan sebagai dasar diagnosa diabetes.

Senin, 02 November 2015

MENEGENAI JANTUNG


Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardiauntuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
A. Stuktur anatomi dan fisiologi jantung
1. Struktur
 Organ berongga
 Berotot lurik
 Berbentuk kerucut
 Terletak diantara dua paru dibelakang sternum
 Ukuran : panjang 12 cm , lebar 9 cm , tebal 6 cm
 Berat 250 – 300 gr
2. Bagian – bagian jantung
 Atrium
Merupakan ruang jantung bagian atas , ukuran atrium lebih kecil, berfungsi sebagai ruang penerima dan merupakan tempat tujuan aliran darah dari vena.
 Ventrikel
Merupaka ruang jantung bagian bawah , digunakan sebagai ruang pemompa (discharging) dan tempat derah di dorong ke arteri.
 Septum
Terletak ditengah jantung , memisahkan jantung kiri dan kanan dan berjenis otot.
 Lapisan – lapisan jantung
1. Endokardium : Lapisan jantung ysng paling dalam, terdiri dari selaput lendir, melapisi permukaan rongga jantung dan berkesinambungan dengan katub jantung dan lapisan endotel pembuluh darah.
2. Miokardium : Lapisan inti jantung, terdiri dari otot-otot jantung, berperan penting dalam sirkulasi darah.
3. Perikardium : Lapisan terluar jantung, terdapat cairan yang dihasilkan membran serosa yang berfungsi sebagai pelicin.
 Katup jantung
Memiliki 4 katup :
1. Katup trikuspidalis : Terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan.
2. Katup Mitral : Terletak antara ventrikel kiri dan atrium kiri.
3. Katup Aorta : Terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
4. Katup Pulmoner : Terletak anta ventrikel kanan dan arteri pulmonalis.
3. Fisiologi
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah. Atrium kanan berfungsi untuk menyimpan dan menyalurkan darah ke ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis, atrium kiri menerima darah dari empat vena pulmonalis yang berisi darah yang kaya akan oksigen, ventrikel kiri menerima darah dari atrium kanan kemudian memompa ke arteria pulmonalis melalaui katup pulmonal, ventrikel kanan memerim darah dari atrium kiri (kaya O2) kemudian memompa ke aorta melalui katup aorta keseluruh tubuh.





B. Permukaan Jantung
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel padadiafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kananserambi (atrium) & bilik (ventrikel).
C. Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antaraserambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebutkatup bikuspidalis atau katup berdaun dua.
D. Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.






E. Seputar Kesehatan Jantung
Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.
 Irama Jantung Yang Normal.
Irama sinus (sinus rhythm) merupakan irama satu-satunya irama yang selalu normal, pada orang muda, interval R-R berkurang (berarti frekuensi jantung meningkat) pada inspirasi keadaan ini disebut aritmia sinus (sinus arrhythmia) pada aritmia sirus tiap kopleks P,Q,R,S,T adalah normal, dan hanya interval diantaranya saja yang berubah. Aritmia sinus menjadi kurang nyata dengan semakin bertambanya usia Ekstrasistole supraventnkular, baik atrial maupun junsional ( juntional) sering di jumpai pada EKG normal.
Pada irama , sinus gelombang P dalam keadaan normal tegak keatas pada semua sadapan (lead) kecuali pada VR.lead merupakan hubungan khas dua elektroda, ada tiga golongan lead :
a. Lead dasar (lead bipolar / lead standar) mengukur perbedaan potensial bidang frontal tubuh yamg terdiri dari :
• Lead I : menrgukur potensial antara RA dan LA
• Lead II : menrgukur potensial antara RA dan LL
• Lead III : menrgukur potensial antara LA dan LL
b. Lead augmented (lead unipolar ) ekstremitas mengukur perbedaan potensial bidag transversal
Lead ini merupakan uni polar karena potensial yang nampak pada satu elektroda bersama-sama dengan elektroda reference yang ekivalen, yang mana merupakan rata-rata sinyal di tunjukan satu atau dua elektroda.
c. Lead prekordial (sadapan unipolar prekordial ) untuk melihat EKG dalam bidang transvrsal yang di tandai dengan huruf “V(voltage) dan dibelakang huruf “V”diberi angka yang merupakan lokasi elektroda diatas dada (precordial) pemasangan elektroda dianjurkan oleh American Heart Association adalah : V1. V2. V3. V4. V5. V6. V7. V.8 dan V9
• V1 : Ruang iga IV pada garis sternal kanan
• V2 : Ruang iga IV pada garis sternal kiri
• V3 : Terletak ditengah antara V2 dan V4
• V4 : Ruang iga V garis tenga clavicula kiri
• V5 : Ruang iga V garis axilla depan kiri
• V6 : Ruang iga V garis axilla tengah kiri
• V7 : Ruang iga V garis axilla belakang kiri
• V8 : Ruang iga V garis scapula belakang
• V9 : Batas kiri dari colum vertebralis
Posisi EKG pada bidang transversal :
(a) Pengamatan Frontal
(b) Pengamatan di atas


Interval PR selalu sama ( konstan ), dan batas normalnya adalah 0.12-0.22 detik ( 3-5 kotak kecil pada kertas EKG) sedangkan pada kompeleks QRS, paras jantung ( cardiac axis) yang normal dominan keatas pada lead I,II dan III tetapi tertingi pada lead II ukuran gelombang R dan S pada lead V1 antara tingi pada lead V1 harus terdapat gelombang R kecil dan gelombang S dalam, dan keseimbangan di antara keduanya harus berubah secara progresif dari V1 ke V6keseimbangan antara tingi gelombang R dan S memberikan informasi bahwa EKG. Batas normal ditetapkan pada 25 mm u/ gelombang R pada V5 atau V6 atau S pada V1.atau V2.dan jumlah R pada V5 atau V6dengan S pada V1.atau V2 dan jumlah R pada V5 atau V6 pada V1.atau V2 diharapkan kurang dari 35 mm.
Lebar dari kompleks QRS harus kurang dari 3 mm (berarti lamanya kurang dari 0.12 detik ) kepada semua lead. Depolarisasi septum interventrikular yang normal dari kiri ke kanan menyebabkan gelombang Q septal yang kecil pada lead II VL dan V5. V6. lead III.segmen ST( bagian dari EKG diantara gelombang S dan gelombang T) harus horisontal dan isolektrik.Elevasi segmen ST merupakan tanda dari infrak miokard akut, dan depresi segmen ST dapat dapat menunjukan iskemia atau efek digitalis dan mengikuti gelombang S.
Pada EKG normal gelombangT mengalami inversi pada VR , tetapi biasanya kearah atas ( tegak) pada semua lead yang lain ,termasuk juga pada lead III VR dan V1 gelombang T yang runcing ( peakad ), khas pada anterior pada orang sehat
 Hasil Pencatatan Kelistrikan Jantung
Pencatatan potensial listrik hasil aktivitas jantung biasanya dikerjakan 12 lead. Hasil perekaman EKG pada posisi lead II sebagai berikut :





F. Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
 Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktifitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
 Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidaksempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktifitas yang berat, karena aktifitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.






G. Serangan Jantung
Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemakdan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktifitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlitsepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktifitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.
Orang yang selamat dari sebuah serangan jantung yang parah biasanya juga mengalami komplikasi di bagian tubuh yang lain, seperti misalnya stroke. Biasanya, orang yang selamat dari serangan jantung yang gawat membutuhkan alat pacu jantung untuk mensupport jantungnya agar tidak tiba-tiba berhenti.




H. Penanggulangan
Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi tidak sering tidak terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar resiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam Bawang Putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Bawang Putih dengan kesehatan Jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain resiko penyakit jantung.
Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi resiko penyakit Jantung. Untuk benar-benar mengurangi resiko penyakit Jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokokb.
Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College ofCardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi resiko penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi resiko penyakit Jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan resiko penyakit jantung hingga 25% dan resiko serangan jantung hingga 20%.